Efektivitas Biaya Konseling Apoteker Pada Pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis Diabetes Melitus Tipe 2

Penulis

  • Fajriansyah Fajriansyah Bagian Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Almarisah Madani, Makassar, Indonesia
  • Keri Lestari Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor-Sumedang, Indonesia
  • Irma Meliyani Puspitasari Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor-Sumedang, Indonesia
  • Aulia Iskandarsyah Departemen Psikologi Klinis, Fakultas Psikologi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor-Sumedang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i1.800

Kata Kunci:

efektivitas biaya, konseling apoteker, prolanis, diabetes melitus tipe 2

Abstrak

Diabetes Melitus memerlukan biaya pengobatan cukup tinggi. Beberapa hasil penelitian terkini menyatakan keterlibatan apoteker dalam manajemen pengobatan dapat meningkatkan outcome klinik, kepatuhan minum obat, kualitas hidup, dan mengurangi resiko masalah terkait obat, namun masih belum jelas apakah keterlibatan apoteker dalam Prolanis bersifat efisien secara biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas biaya konseling apoteker dalam manajemen Prolanis DMT2 dibandingkan dengan manajemen prolanis standar. Uji klinis randomisasi klaster ini dilakukan tahun 2017-2018 mencakup 4 Puskesmas di Kota Makassar. Subjek penelitian adalah pasien Prolanis yang memenuhi kriteria inklusi. Biaya yang digunakan adalah biaya kapitasi dan biaya medis langsung. Analisis efektivitas biaya diintegrasikan dalam penelitian ini dan memperkirakan luaran ekonomi dari perspektif kelompok penyedia layanan (BPJS Kesehatan). 220 pasien memenuhi kriteria inklusi, 109 pasien kelompok intervensi dan 111 pasien kelompok kontrol. Nilai ACER pada kelompok kontrol menggunakan parameter biaya medis langsung yaitu (Rp. -1.852.391,24) penurunan HbA1c dan (Rp. -9.725.054) /1 skor MMAS-8 sedangkan parameter biaya kapitasi ACER yaitu (Rp. -14.285,71) / 1 % penurunan HbA1c dan (Rp. -75.000) /1 skor MMAS-8. Pada kelompok intervensi parameter biaya medis langsung nilai ACER yaitu Rp. 1.632.355,45 /1 % penurunan HbA1c dan Rp. 1.300.783,25 /1 skor MMAS-8, biaya kapitasi nilai ACER yaitu Rp. 11.764,71 /1 % penurunan HbA1c dan Rp. 9.375 /1 skor MMAS-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mendominasi (kuadran II) terhadap kelompok perlakuan (kuadran IV) dalam hal efektivitas HbA1c maupun skor kepatuhan minum obat. Studi ini menunjukkan potensi efisiensi biaya dari integrasi konseling apoteker dalam strategi manajemen Prolanis.

Diterbitkan

30-01-2026

Cara Mengutip

Fajriansyah, F., Lestari, K., Puspitasari, I. M., & Iskandarsyah, A. (2026). Efektivitas Biaya Konseling Apoteker Pada Pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis Diabetes Melitus Tipe 2. JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | E-ISSN 2355-696X, 18(1), 117–130. https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i1.800

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.