Kurkumin Memperbaiki Disfungsi Endotel Melalui Pengurangan Stres Oksidatif: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Studi Hewan

Penulis

  • Marita Feliana Faculty of Pharmacy, Bhakti Kencana Univesity, Bandung, Indonesia
  • Aghnia Nurvianti Nafilah Faculty of Pharmacy, Bhakti Kencana Univesity, Bandung, Indonesia
  • Hendra Mahakam Putra Faculty of Pharmacy, Bhakti Kencana Univesity, Bandung, Indonesia
  • Marita Kaniawati Faculty of Pharmacy, Bhakti Kencana Univesity, Bandung, Indonesia
  • Agus Sulaeman Faculty of Pharmacy, Bhakti Kencana Univesity, Bandung, Indonesia https://orcid.org/0000-0002-2947-2031

DOI:

https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.982

Kata Kunci:

Disfungsi Endotel, Kurkumin, Nitric Oxide (NO), Stres Oksidatif, Vasodilatasi Dependen Endotel

Abstrak

Disfungsi endotel merupakan mekanisme awal pada penyakit kardiovaskular dan berkaitan erat dengan gangguan sinyal Nitric Oxide (NO) yang dipicu oleh stres oksidatif. Kurkumin, suatu polifenol bioaktif yang berasal dari Curcuma longa, memiliki sifat antioksidan dan vasoprotektif. Namun, efek mekanistiknya pada model praklinis belum disintesis secara kuantitatif. Penelitian ini mengevaluasi efek kurkumin terhadap fungsi endotel dan luaran yang berkaitan dengan stres oksidatif pada model hewan. Pencarian sistematis dilakukan pada basis data PubMed, Embase, Scopus, dan Web of Science sesuai dengan pedoman PRISMA 2020. Studi praklinis in vivo dan ex vivo yang menilai monoterapi kurkumin dimasukkan dalam analisis. Perbedaan rerata terstandarisasi (standardized mean differences / SMD) yang digabungkan dihitung menggunakan model efek acak (random-effects model). Risiko bias dinilai menggunakan SYRCLE, dan tingkat kepastian bukti dievaluasi menggunakan GRADE. Sebanyak 16 studi dimasukkan dalam analisis. Kurkumin meningkatkan Vasodilatasi Dependen Endotel (EDV) (SMD = 1,44; 95% CI: 1,13 hingga 1,76; I² = 46%), meningkatkan ekspresi atau aktivitas endothelial Nitric Oxide Synthase (eNOS) (SMD = 1,33; 95% CI: 0,75 hingga 1,90; I² = 68%), serta meningkatkan kadar NO (SMD = 1,15; 95% CI: 0,79 hingga 1,50; I² = 0%). Kurkumin juga menurunkan kadar superoksida (SMD = −2,14; 95% CI: −2,88 hingga −1,41; I² = 76%) dan Malondialdehyde (MDA) (SMD = −1,65; 95% CI: −2,10 hingga −1,19; I² = 55%). Heterogenitas sedang hingga tinggi ditemukan dalam beberapa analisis. Penilaian SYRCLE menunjukkan adanya beberapa kekhawatiran terhadap risiko bias, dan tingkat kepastian bukti secara keseluruhan dinilai sangat rendah. Kurkumin berpotensi memperbaiki disfungsi endotel melalui penurunan stres oksidatif dan pemulihan jalur pensinyalan NO. Namun, temuan ini masih memerlukan konfirmasi melalui studi klinis yang dirancang secara lebih ketat.

Biografi Penulis

Agus Sulaeman, Faculty of Pharmacy, Bhakti Kencana Univesity, Bandung, Indonesia

 

 

Diterbitkan

31-07-2026

Cara Mengutip

Feliana, M., Nafilah, A. N., Putra, H. M., Kaniawati, M., & Sulaeman, A. (2026). Kurkumin Memperbaiki Disfungsi Endotel Melalui Pengurangan Stres Oksidatif: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Studi Hewan. JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | E-ISSN 2355-696X, 18(2), 293–310. https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.982

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama