Asam HidroksiAsam Hidroksisinamat dari Drynaria sparsisora ​​sebagai Agen Anti-Vibrio: Bukti Terintegrasi In Vitro dan In Silicosinamat dari Drynaria sparsisora sebagai Agen Anti-Vibrio: Bukti Terpadu Secara In Vitro dan In Silico

Penulis

  • Hesti Marliza Doktoral Program, Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Riau
  • Fitra Perdana Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia.
  • Yuli Haryani Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia.
  • Hilwan Yuda Teruna Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia.
  • Rudi Hendra Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Riau, Pekanbaru, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.974

Kata Kunci:

Drynaria sparsisora, Asam Kafeat, Asam Ferulat, Antibakteri, Vibrio, Molekular Doking

Abstrak

Drynaria sparsisora merupakan salah satu spesies paku yang digunakan secara tradisional dalam pengobatan dan diketahui mengandung metabolit fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa antibakteri dari D. sparsisora, mengevaluasi aktivitasnya terhadap bakteri Vibrio, serta mengkaji potensi interaksi molekuler melalui analisis docking in silico. Bahan tanaman kering diekstraksi menggunakan metanol dan difraksinasi melalui partisi cair–cair yang dilanjutkan dengan pemurnian kromatografi. Dua senyawa utama berhasil diisolasi dan dielusidasi strukturnya menggunakan spektroskopi UV–Vis, FTIR, serta NMR ¹H dan ¹³C. Data spektroskopi mengonfirmasi bahwa kedua senyawa tersebut adalah asam ferulat (Senyawa 1) dan asam kafeat (Senyawa 2). Aktivitas antibakteri in vitro diuji terhadap Vibrio alginolyticus, Vibrio parahaemolyticus, dan Vibrio cholerae menggunakan metode mikrodilusi untuk menentukan nilai minimum inhibitory concentration (MIC) dan minimum bactericidal concentration (MBC). Kedua senyawa menunjukkan nilai MIC sebesar 20 µg/mL dan MBC sebesar 40 µg/mL terhadap seluruh strain yang diuji, dengan rasio MBC/MIC sebesar 2 yang menunjukkan sifat bakterisidal. Meskipun kloramfenikol sebagai kontrol positif menunjukkan aktivitas yang lebih kuat (MIC 12,5 µg/mL), kedua senyawa fenilpropanoid tersebut memperlihatkan aktivitas yang konsisten terhadap semua spesies Vibrio yang diuji. Untuk memberikan pemahaman mekanistik, dilakukan simulasi docking molekuler terhadap tiga target protein bakteri (PDB ID: 2ZDQ, 1HNJ, dan 3IL7). Asam ferulat dan asam kafeat menunjukkan energi ikatan yang menguntungkan serta pola interaksi stabil dalam sisi aktif protein melalui ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik. Pada beberapa model, afinitas docking mendekati kloramfenikol, sehingga mendukung kemungkinan terjadinya interaksi dengan target protein bakteri. Pola ikatan multi-target ini mengindikasikan potensi gangguan terhadap proses esensial bakteri seperti fungsi dinding sel, sintesis protein, dan biosintesis asam lemak. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa D. sparsisora mengandung asam hidroksisinamat dengan aktivitas bakterisidal terhadap Vibrio spp., yang didukung oleh bukti komputasional interaksi protein. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memvalidasi target molekuler dan menjelaskan mekanisme antibakteri secara lebih mendalam.

Diterbitkan

31-07-2026

Cara Mengutip

Marliza, H., Perdana, F., Haryani, Y., Teruna, H. Y., & Hendra, R. (2026). Asam HidroksiAsam Hidroksisinamat dari Drynaria sparsisora ​​sebagai Agen Anti-Vibrio: Bukti Terintegrasi In Vitro dan In Silicosinamat dari Drynaria sparsisora sebagai Agen Anti-Vibrio: Bukti Terpadu Secara In Vitro dan In Silico. JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | E-ISSN 2355-696X, 18(2), 276–292. https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.974

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.