Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Farmasi Indonesia

					Lihat Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Farmasi Indonesia

JFI Online Volume 13 Nomor 2, Juli 2021

Diterbitkan: 31-07-2021

Artikel

  • PERBEDAAN EFEKTIVITAS EDUKASI BEYOND USE DATE MELALUI BUKU SAKU DAN VIDEO TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN

    Elsa Ignatia Veronica, Sherly Tandi Arrang, Dion Notario
    111-117
    Abstrak: 740 | PDF 111-117: 939

    Abstract

    Stabilitas sediaan obat sangat penting untuk dijaga karena dapat mempengaruhi mutu, efektivitas, dan keamanan sediaan obat tersebut. Apabila kemasan primer dari suatu sediaan obat dibuka, maka stabilitas sediaan tersebut beresiko mengalami penurunan. Durasi stabilitas suatu sediaan obat dikorelasikan dengan masa kadaluarsa. Masa kadaluarsa sediaan obat yang sudah dibuka dari kemasan aslinya atau setelah diracik atau dicampur dengan sediaan lain dikenal dengan beyond use date (BUD). Penelitian mengenai tingkat pengetahuan masyarakat mengenai BUD masih kurang dan hasil dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa masyarakat belum mengetahui dan memahami tentang BUD. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian untuk menilai perbedaan efektivitas media edukasi (buku saku dan video) terhadap pengetahuan terkait BUD. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif, dengan design penelitian eksperimental yaitu mengukur pengetahuan responden sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) diberikan edukasi melalui media edukasi berupa buku saku atau video. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dilakukan analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan software R. Jumlah responden pada penelitan ini adalah 70 orang, kelompok dibagi menjadi dua yaitu kelompok buku saku (35 orang) dan kelompok video (35 orang). Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa setelah diberikan edukasi terdapat perubahan terhadap pengetahuan responden. Sebanyak 60% responden kelompok buku saku memiliki pengetahuan yang kurang sebelum diberikan edukasi dan setelah diberi edukasi 74% responden memiliki pengetahuan yang baik (p=0,01). Dalam kelompok video, terjadi peningkatan dalam kelompok responden pengetahuan baik, yaitu sebelum diberikan edukasi jumlahnya 37%, meningkat menjadi 43% setelah diberikan edukasi (p=0,01). Pada analisis regresi diperoleh hasil bahwa media edukasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan responden terkait BUD (p=0,04). Edukasi baik dengan buku saku dan video meningkatkan pengetahuan mengenai BUD, namun video memberikan peningkatan pengetahuan yang lebih baik.

  • Pengaruh Asuhan Kefarmasian Terhadap Outcome Klinis Dan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

    Khairunnisa, Kiki Rawitri, Wiryanto, Sri Wahyuni
    118-128
    Abstrak: 371 | PDF 118-128: 825

    Abstract

    Peran apoteker dalam asuhan kefarmasian telah terbukti meningkatkan outcome terapi pada pasien diabetes melitus (DM) di berbagai negara. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan asuhan kefarmasian dan mengetahui pengaruhnya terhadap outcome klinis dan kualitas hidup pasien DM tipe 2 di Apotek. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental komparatif dengan desain penelitian kohort-studi prospektif sebelum dan setelah intervensi terhadap 38 pasien DM tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi di salah satu Apotek di Kota Medan pada bulan Agustus-Desember 2020. Data outcome klinis meliputi kadar gula darah (KGD) sewaktu dan nilai HbA1c diperoleh dari pemeriksaan langsung pada pasien, dan data kualitas hidup diperoleh menggunakan kuesioner EQ-5D-3L. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank dan uji Friedman dalam program SPSS V22.0. Hasil penelitian menunjukkan nilai KGD sewaktu rata-rata sebelum intervensi sebesar 278,58 ± 75,27 mg/dl dan setelah intervensi terjadi penurunan menjadi 179,68 ± 14,01 mg/dl (α<0,05), nilai HbA1c 9,021 ± 1,029% menjadi 8,368 ± 1,049% (α<0,05). Terjadi peningkatan secara signifikan indeks kualitas hidup rata-rata sebelum intervensi sebesar 0,849 ± 0,126 dan setelah intervensi menjadi 0,967 ± 0,065 (α<0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan asuhan kefarmasian berpengaruh terhadap peningkatan outcome klinis dan kualitas hidup pada pasien DM tipe 2 di Apotek.

  • Pengaruh Antioksidan dan Kombinasi Pengawet terhadap Stabilitas Ekstrak Cair NADES Biji Kopi Hijau

    Delly Ramadon, Rosalina Mesusi Septiani, Salsabila Nursyifa Putri, Abdul Mun'im
    129-145
    Abstrak: 617 | PDF 129-145: 1252

    Abstract

    Biji kopi hijau (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) mengandung senyawa kafein dan asam klorogenat yang bermanfaat bagi kesehatan. Dua kandungan utama tersebut dapat diekstraksi menggunakan pelarut Natural Deep Eutectic Solvents (NADES) yang dikombinasi dengan metode Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) yang bersifat ramah lingkungan. NADES dapat digunakan untuk mengekstraksi biji kopi hijau, namun pelarutnya tidak dapat diuapkan sehingga hasil akhir yang didapatkan berupa ekstrak cair. Ekstrak cair selama penyimpanan rentan mengalami oksidasi dan pertumbuhan bakteri sehingga dapat mengganggu stabilitas fisik, kimia, dan mikrobiologi. Pada penelitian ini, dilakukan penambahan butil hidroksi toluen (BHT) sebagai antioksidan sintetik dan kombinasi metil paraben-propil paraben sebagai pengawet untuk mengetahui pengaruhnya terhadap stabilitas fisik, kimia, dan mikrobiologi ekstrak cair NADES biji kopi hijau, serta untuk mengetahui suhu penyimpanan yang paling optimal. Konsentrasi BHT yang ditambahkan pada penelitian ini adalah 10, 20, dan 30 ppm. Konsentrasi kombinasi metil paraben:propil paraben yang ditambahkan adalah 110:55 ppm, 100:50 ppm, dan 90:45 ppm. Masing-masing ekstrak disimpan pada suhu penyimpanan -20°C ± 5°C, 5°C ± 3°C, dan 30°C ± 2°C selama 54 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak cair yang ditambahkan BHT konsentrasi 30 ppm dan kombinasi pengawet konsentrasi 110:55 ppm serta disimpan pada suhu penyimpanan -20°C ± 5°C memiliki stabilitas fisik, kimia, dan mikrobiologi paling optimal. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan BHT dan kombinasi pengawet dapat meningkatkan stabilitas ekstrak NADES biji kopi hijau.

  • Eksplorasi efek etanol terhadap survival dan status imunitas Drosophila melanogaster

    Reski Amalia Rosa, Nadila Pratiwi Latada, Asbah Asbah, Ahmad Mu'arif, Risfah Yulianty, Firzan Nainu
    146-153
    Abstrak: 606 | PDF 146-153: 877

    Abstract

    Etanol dengan dosis yang tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan pada organ termasuk otak, hati, dan ginjal. Selain itu, etanol dapat memicu terbentuknya reactive oxygen species (ROS), dimana kadar ROS yang berlebih dalam tubuh dapat menyebabkan kematian sel melalui jalur apoptosis. Sel yang tidak terfagositosis akan mengalami proses nekrosis. Pada proses nekrosis, sel melepaskan DAMPs, molekul endogen pro-inflamasi dan menginduksi sistem imun utama pada Drosophila yang homolog pada manusia yakni Toll, IMD (Immune Deficiency), dan JAK-STAT (Janus Tyrosine Kinase-Signal Transducer and Activator of Transcription). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pengaruh paparan etanol terhadap ekspresi gen pada jalur Toll, Imd, dan JAK-STAT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, etanol dapat mempengaruhi tingkat kesintasan (keberlangsungan hidup) Drosophila melanogaster w1118 jantan dan betina. Paparan etanol pada konsentrasi tinggi (85%) menyebabkan penurunan ekspresi Drs, namun tidak dengan ekspresi gen Dpt. Selain itu, ekspresi gen TotA meningkat secara signifikan, namun tidak dengan ekspresi gen Upd3, seiring dengan meningkatnya konsentrasi etanol. Sebagai kesimpulan, Drosophila mengalami penurunan tingkat kesintasan akibat pemaparan etanol yang kemungkinan berhubungan dengan respon stres serta sistem imun yang diperantarai oleh jalur tertentu.

  • Karakterisasi Morfologis dan Molekuler Varietas Kedelai (Glycine max) untuk Identifikasi Bahan Baku Obat Tradisional Indonesia

    Fuad Soegibudiono Wiradjaja, Oeke Yunita
    154-164
    Abstrak: 330 | PDF 154-164: 372

    Abstract

    Kedelai (Glycine max) mengandung banyak nutrisi dan senyawa aktif berkhasiat obat yang berperan penting dalam mengurangi resiko berbagai jenis kanker, penyakit kardiovaskular, masalah pascamenopause, diabetes, dan beberapa gangguan neurodegeneratif. Beberapa kejadian alergi yang disebabkan oleh protein di dalam kedelai menjadi salah satu pemicu perlunya kontrol kualitas kedelai sebagai bahan baku obat tradisional atau produk herbal. Upaya kontrol kualitas kedelai dilakukan dengan karakterisasi morfologis dan karakterisasi molekuler dengan metode Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Autentikasi molekuler dengan RAPD lebih dapat membedakan 35 varietas kedelai dibandingkan dengan karakterisasi morfologis.

  • The LC-MS of Grammatophyllum scriptum (Lindl.)Bl. and Cytoxic Activity Test LC-MS of Grammatophyllum scriptum (Lindl.)Bl. and Cytoxic Activity Test

    Christina de Fretes, Eva Simaremare, Elsye Gunawan, Verena Agustini, Yusuf Eka Maulana, Nabila Nur Fadhilah
    165-173
    Abstrak: 282 | PDF 165-173: 1224

    Abstract

    Anggrek Macan  (Grammatophyllum scriptum (Lindl.) Bl.) merupakan salah satu tanaman yang digemari di kalangan masyarakat sebagai tanaman hias karena bunganya yang indah. Aggrek macan memiliki senyawa metabolit sekunder alkaloid, flavonoid dan tannin yang dapat digunakan sebagai pengobatan tradisional. Namun, penelitian mengenai Anggrek Macan  di bidang farmakologi masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam ekstrak herba Anggrek Macan secara LC-MS/MS serta nilai LC₅₀ dan konsentrasi dari ekstrak herba Anggrek Macan  yang paling efektif membunuh larva udang (Artemia salina Leach.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel dari kebun Anggrek yang ada di Lingkungan FMIPA Universitas Cenderawasih Papua-Indonesia, selanjutnya sampel dibuat dalam bentuk simplisia, diekstraksi dengan etil asetat. Ekstrak selanjutnya dianalisis dengan LC-MS/MS dan dari ekstrak tersebut juga dilakukan uji sitotoksik dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anggrek Macan (Grammatophyllum scriptum (Lindl.) Bl.) mengandung 2′,6′-Dihydroxy-4′-methoxy-dihydrochalcone, Apigenin-7-O-α-L-rhamnose(1→4)-6"-O-acetyl-β-D-glucoside, Kushenol H, Rubrofusarin, 3-Hydroxy baicalein dan Luteolin yang diperoleh dari hasil analisis menggunakan Liquid Chromatography tandem Mass Spectrometry (LC-MS/MS). Ekstrak herba Anggrek Macan   memiliki aktivitas sitotoksik dengan nilai LC₅₀ 150,96 ppm dengan tergolong kurang toksik.

     

  • Review Waktu Larut Mempengaruhi Kualitas Tablet Effervescent Sediaan Herbal

    Reynelda Juliani Sagala, Putriana Rachmawati, Pretty F.A Kambira
    174-184
    Abstrak: 495 | PDF 174-182: 2496

    Abstract

    Sediaan tablet effervescent menjadi alternatif pilihan untuk menghantarkan bahan aktif obat baik sintesis maupun yang berasal dari bahan alam agar memberikan efek terapi farmasetika maupun minuman bernutrisi di bidang pangan. Bentuk sediaan ini lebih disukai karena praktis, cepat larut dalam air dan rasa menyegarkan sehingga lebih mudah diabsorbsi dibandingkan dengan bentuk sediaan tablet konvensional. Kecepatan dan jumlah bahan aktif yang dapat diabsorbsi dipengaruhi oleh waktu larut tablet dalam medianya. Waktu larut tablet effervescent dipengaruhi oleh konsentrasi keseimbangan sumber basa dan asam, konsentrasi bahan pengikat (PVP), interaksi antara asam sitrat dan asam tartrat, konsentrasi sumber basa, kondisi kadar air di sekitar tablet, variasi bahan pelicin. Konsentrasi sumber asam mempengaruhi waktu larut tetapi ketidakseimbangan konsentrasi sumber asam dapat mengurangi efek kesegaran. Sehingga perlu optimalisasi sumber asam dan basa agar menghasilkan sediaan tablet effervescent dengan waktu larut yang baik dan memberikan rasa menyegarkan yang sesuai.

     

    Kata kunci: Tablet effervescent; waktu larut; rasa menyegarkan

  • Potensi Penghambatan Sel Kanker Paru Dari Ekstrak Davallia denticulata

    Rudi Hendra, Muhammad Afham, Rohimatul Khodijah
    185-190
    Abstrak: 321 | PDF 185-190: 510

    Abstract

    Pakis epifit yang dikenal sebagai Davalia denticulata, yang merupakan anggota dari keluarga Davalliaceae, tumbuh di kelapa sawit. Telah dilaporkan bahwa beberapa spesies berbeda dalam genus ini telah digunakan sebagai agen antikanker, agen antimikroba, dan antioksidan. Namun, belum ada laporan tentang aktivitas biologis yang terkait dengan spesies ini. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengekstrak metabolit sekunder dan menguji sitotoksisitas ekstrak tersebut. Metode maserasi digunakan untuk mengekstrak tanaman ini dengan berbagai pelarut (metanol, etil asetat, dan n-heksana), dan uji MTS digunakan untuk menentukan sitotoksisitas tanaman ini dalam kaitannya dengan kanker paru-paru (cell line A549). Ekstrak menunjukkan berbagai aktivitas menghambat cell line A549. IC50 untuk aktivitas ekstrak etil asetat ditemukan sebesar 317,59 ppm, sedangkan IC50 untuk ekstrak air dan n-heksana masing-masing sebesar 575,41 dan 806,06 ppm. Pengamatan ini memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang sitotoksisitas spesies, yang kemudian dapat berfungsi sebagai dasar untuk penelitian lebih lanjut tentang isolasi dan bioaktivitas metabolit sekunder.

    Kata kunci: Davallia denticulata, Ekstrak, Sitotoksik

     

     

  • Formulasi Nasal Spray Anti-Influenza yang Mengandung Nanopartikel Perak Nasal Spray Anti-Influenza Nanopartikel Perak

    Sutriyo, Wilbert Wylie, Kurnia Sari Setio Putri, Okti Nadia Poetri, Ratika Rahmasari
    191-201
    Abstrak: 409 | PDF 191-201: 731

    Abstract

    Influenza virus merupakan salah satu penyebab penyakit pernapasan menular dengan tingkat transmisi yang cukup tinggi. Meskipun vaksin dan penggunaan obat antiviral merupakan tata laksana utama dalam mengurangi tingkat keparahan penyakit ini, kemampuan influenza A virus untuk bermutasi tetap mampu menyebabkan kejadian luar biasa dibeberapa negara. Perak nanopartikel (AgNP) merupakan salah satu logam mineral yang memiliki aktivitas antiinfluenza, namun penggunaannya dalam sediaan obat farmasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan AgNP yang dibuat dengan metode reduksi untuk membuat sediaan nasal spray, mengevalusi sifat fisikokimia  dan aktivitas anti influenza terhadap virus influenza A H5N1 dari sediaan yang dibuat. Pada penelitian ini AgNP dengan ukuran lebih kecil dan lebih besar dari 50 nm telah berhasil dibuat (11.2 nm dan 90 nm). Setelah diformulasikan, Nasal spray dengan kedua ukuran AgNP menunjukan stabilitas fisikokimia yang baik. Nasal spray dengan ukuran AgNP lebih kecil dari 50 nm menunjukan aktivitas inhibisi hemaglutinin terhadap virus influenza A H5N1 yang lebih baik.   

  • Cost Analysis Terapi Antidiabetik pada In Patient Diabetes Melitus Tipe 2 di RSU Anwar Medika

    Marthy Meliana Ariyanti Jalmav, Yuniati Yuniati Hoiriyah
    202-209
    Abstrak: 251 | PDF 202-209: 315

    Abstract

    Diabetes adalah penyakit kronis yang kompleks yang membutuhkan perawatan medis berkelanjutan dengan strategi pengurangan risiko multifaktorial di luar kendali glikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran biaya langsung medis prespektif Rumah Sakit Umum Anwar Medika pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe 2 yang menggunakan fasilitas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta melihat perbedaan antara biaya riil (total biaya langsung medis) dengan tarif INA CBG’s. Penelitian bersifat retrospektif selama 1 tahun kebelakang yaitu periode Januari- Desember 2020. Subjek dari penelitian ini berjumlah 54 pasien. Analisis Mann- Whitney digunakan untuk melihat kesesuaian biaya riil dengan tarif INA-CBG’s. Hasil penelitian ini menunjukkan total biaya riil pada pasien DM tipe 2 JKN di RSU Anwar Medika Periode Januari-Desember 2020 sejumlah Rp.269.807.380 serta terdapat selisih antara biaya riil dengan tarif INA-CBG’s pada kelas 3 sebesar -4,190,371 di mana tarif INA-CBG’s lebih sedikit dibandingkan dengan biaya riil rumah sakit. Hasil pengujian menggunakan metode Mann-Whitney menunjukkan nilai perbedaan yang tidak signifikan antara biaya rill dengan tarif INA-CBG’s. Hasil p=0,458 dimana p>0,05 dikatakan tidak signifikan

  • Uji Resistensi Nyamuk Aedes aegypty Terhadap Cypermethrin 0,05% di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Tahun 2020

    Dedes Handayani
    210-215
    Abstrak: 221 | PDF 210-215: 564

    Abstract

    ABSTRAK

    Latar belakang: Penyakit tular vektor hingga kini masih menjadi masalah kesehatan masyarak at di Indonesia dengan angka kesakitan dan kematian yang cukup tinggi dan dan berpotensi menimbulkan kejadian Luar Biasa (KLB). Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit dengan kasusnya cukup tinggi yang disebabkan oleh vektor Nyamuk Aedes aegypti. Salah satu cara pengendalian vektor Nyamuk Aedes aegypti adalah dengan menggunakan insektisida. Insektisida yang digunakan harus diketahui efikasi, keamaan serta status resistensinya. Penggunaan Cypermethrin sebagai insektisida dalam pengendalian Nyamuk Aedes aegypti di Bandara Sultan Syarif II Pekanbaru perlu diketahui status resistensinya.

    Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status resistensi Nyamuk Aedes aegypti terhadap insektisida Cypermethrin di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru

    Metode: Metode pada penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian cross sectional study. Variabel bebas adalah nyamuk Aedes aegypti yang terpapar insektisida di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, sedangkan variabel terikat yaitu status resistensi Nyamuk Aedes aegypti. Metode uji resistensi mengacu pada kriteria Uji Susceptibility World Health Organization (WHO, 2013)

    Hasil: Uji resistensi dengan menggunakam impregnated paper standar WHO menunjukkan persentase nyamuk yang mati setelah terpapar impregnated paper yang mengandung Cypermethrin 0,05 % setelah 24 jam di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru adalah 81,5%

     

    Menurut WHO (2013) bila kematian Nyamuk Aedes aegypti 99% - 100% maka dikatakan nyamuk telah Rentan terhadap Cypermethrin 0,05%, bila kematian Nyamuk Aedes aegypti 80% - 98% maka dikatakan nyamuk telah Toleran terhadap Cypermethrin 0,05%, bila kematian Nyamuk Aedes aegypti < 80% maka dikatakan nyamuk telah Resisten terhadap Cypermethrin 0,05%.

    Kesimpulan: Telah terjadi toleransi penggunaan Cypermethrin 0,05 % terhadap populasi Nyamuk Aedes aegypti di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru

     

  • Potensi Kurma Sebagai Sumber Nutrasetikal dan Pangan Fungsional

    Marisca Evalina Gondokesumo, Retno Wilujeng Susilowati
    216-231
    Abstrak: 2108 | PDF 216-231: 2229

    Abstract

    Buah kurma adalah tanaman buah tertua di dunia yang dibudidayakan sebagai salah satu makanan pokok dari berbagai negara terutama di kawasan Jazirah Arab, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Kurma dan produk sampingannya, seperti biji kurma, memiliki nilai gizi dan efek kesehatan. Kurma termasuk pangan kaya akan karbohidrat, serat pangan, protein, mineral dan vitamin B kompleks seperti tiamin (B1), riboflavin (B2), niasin (B3), pantotenat (B5), piridoksin (B6), dan folat (B9). Selain itu, buah serta biji kurma kaya akan fitokimia, seperti fenolat, antosianin, karotenoid, tokoferol, tokotrienol, dan fitosterol. Namun demikian, buah maupun biji kurma belum sepenuhnya dianggap sebagai bahan pangan fungsional yang potensial untuk dikembangkan menjadi pangan yang menjanjikan untuk kesehatan. Beberapa penelitian melaporkan manfaat kesehatan kurma yang diuji secara in-vitro dan in-vivo. Penelitian lebih lanjut akan memberikan informasi yang berharga untuk pemanfaatan potensi buah dan biji kurma sebagai bahan pangan fungsional. Tinjauan ini menyajikan informasi yang komprehensif tentang senyawa bioaktif dan sifat nutrasetikal kurma, serta telaah potensi kurma sebagai bahan pangan fungsional.