Faktor-faktor yang Mempengaruhi Manajemen Perawatan Luka di Apotek Komunitas Indonesia: Sebuah Studi Lintas Sektoral

Penulis

  • Lusy Noviani Departement of Pharmacy, School of Medicine and Health Sciences, Atma Jaya Catholic University of Indonesia, Jakarta, 14440, Indonesia
  • Dwi Arymbhi Sanjaya Department of Pharmacology and Clinical Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Denpasar-Bali, 80233, Indonesia
  • Ni Kadek Refi Mariska Faculty of Pharmacy, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Denpasar-Bali, 80233, Indonesia
  • Pretty Falena Atmanda Kambira Departement of Pharmacy, School of Medicine and Health Sciences, Atma Jaya Catholic University of Indonesia, Jakarta, 14440, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.999

Kata Kunci:

community pharmacist, pharmacist practices, wound care, wound training

Abstrak

Perawatan luka tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat utama, khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMICs) seperti Indonesia. Apoteker yang berpraktik di layanan kesehatan primer berbasis komunitas seringkali menjadi titik kontak pertama bagi pasien dengan luka ringan, namun bukti yang menggambarkan praktik perawatan luka dalam perawatan rutin masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan praktik perawatan luka di kalangan apoteker di layanan kesehatan primer berbasis komunitas di Indonesia dan untuk meneliti faktor-faktor yang terkait dengan pemilihan produk perawatan luka, ketersediaan produk, dan edukasi pasien. Survei daring lintas sektoral dilakukan di antara apoteker yang berpraktik di layanan kesehatan primer berbasis komunitas di Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan pengambilan sampel kenyamanan non-probabilitas, dengan perekrutan melalui jaringan komunikasi apoteker daring dan platform media sosial profesional. Kuesioner terstruktur digunakan untuk mengumpulkan data tentang karakteristik responden, faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan produk perawatan luka, ketersediaan produk, dan praktik edukasi pasien. Statistik deskriptif digunakan untuk meringkas data, dan hubungan antar variabel kategorikal dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact. Sebanyak 303 apoteker dimasukkan dalam analisis. Usia rata-rata responden adalah 33 tahun (rentang: 23–74 tahun). Sebagian besar responden berpraktik di apotek komunitas (83,5%). Di semua kelompok pengalaman, jenis dan tingkat keparahan luka merupakan faktor yang paling sering dipertimbangkan dalam pemilihan produk perawatan luka. Pertimbangan klinis lainnya dan ketersediaan produk bervariasi berdasarkan tahun praktik dan lingkungan praktik. Sebagian besar responden melaporkan secara rutin memberikan edukasi pasien selama konsultasi perawatan luka. Temuan ini menggambarkan variasi praktik perawatan luka di kalangan apoteker di lingkungan perawatan primer berbasis komunitas di Indonesia.

Diterbitkan

31-07-2026

Cara Mengutip

Noviani, L., Sanjaya, D. A., Mariska, N. K. R., & Kambira, P. F. A. (2026). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Manajemen Perawatan Luka di Apotek Komunitas Indonesia: Sebuah Studi Lintas Sektoral. JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | E-ISSN 2355-696X, 18(2), 311–322. https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.999

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.