Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Indonesia

					Lihat Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Indonesia

Barcode 07

JFI Online Volume 14 Nomor 2, Juli 2022

Diterbitkan: 02-07-2022

Artikel

  • Monitoring of Medication Compliance in Type 2 Diabetes Mellitus Patients with Media Adherence Pill Box Unit Daily Dose

    Gulita Indah Tresnowati, Ikhwan Yuda Kusuma, Sunarti Sunarti
    97-104
    Abstrak: 357 | PDF 97-104: 769

    Abstract

    Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi affront, kerja affront atau kedua-duanya. Manajemen dan tatalaksana DM merupakan bagian dari asuhan kefarmasian untuk mengurangi penyebab ketidakpatuhan pasien dalam minum obat yang berakibat komplikasi. Salah satu cara untuk mencegah ketidakpatuhan adalah dengan menyediakan alat bantu berupa Adherence Pill Box Unit Every day Measurements. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh media Adherence Pill Box Unit Daily Dose dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pasien DM tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan tipe one gather pre-post test plan. Information dianalisis menggunakan Wilcoxon rank test dari kuesioner MMAS- 8 mengenai kepatuhan pengobatan serta kadar gula darah sewaktu sebelum dan setelah diberikan Adherence Pill Box Unit Daily Dose. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai skor MMAS – 8 nilai sig. 0.002 < 0.05,  Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya pengaruh media Adherence Pill Box Unit Daily Dose dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien yang berpengaruh pada penurunan kadar glukosa darah sewaktu pasien DM tipe 2.

  • Perbandingan Stabilitas Nanopartikel Erithropoietin dalam Asam Klorida dan Phospate Buffer Saline

    Nuryanti Nuryanti, Akmad Kharis Nugroho, Ronny Martien, Madarina Julia
    105-111
    Abstrak: 378 | PDF 105-111: 448

    Abstract

    Abstrak: Sistem nanopartikel eritropoietin terbentuk dari adanya interaksi muatan positif kitosan dan negatif pektin  pada kondisi asam, sehingga stabilitas sistem nanopartikel pada asam klorida dan fosfat buffer adalah parameter penting dalam pilihan medium uji permeasi . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan stabilitas sistem nanopartikel eritropoietin dalam HCl pH 1,2 dan phosphat buffer salin (PBS) pH 7.4. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian laboratorium eksperimental meliputi analisis eritropoietin yang dilepaskan dari sistem nanopartikel yang dilarutkan dalam HCl pH 1,2 dan PBS pH 7,4 menggunakan metode spektrofotometri.  Kadar eritropoietin yang dihitung adalah kadar eritropoietin yang bebas dari sistem nanopartikel pada menit ke 15, 30, 45, 60, 90, 120, 180 dan 240. Kadar eritropoietin yang dilepaskan dari sistem nanopartikel eritropoietin pada menit ke 15 dalam medium HCl pH 1,2 lebih rendah yaitu 33, 63 %, dibandingkan dalam medium PBS pH 7,4 dengan kadar eritropoietin bebas 50,85%.  Namun setelah waktu 240 menit, kadar eritropoietin bebas dari sistem nanopartikel lebih tinggi dalam medium PBS pH 7,4 (60,49%) dibandingkan medium HCl pH 1,2 (57, 85%).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem nanopartikel eritropoietin lebih stabil di medium HCl pH 1,2 dibandingkan di PBS pH 7,4.

  • Evaluasi Penyebab Cacat Lahir Berdasarkan Jenis Kelamin di Sumatra Selatan, Indonesia

    Michael Michael, Diana Laila Ramatillah, Dwi Yunisa Dinli, Valerie Kezia, Azzahrotul Qona'ah Ibnatus Sutardi
    112-116
    Abstrak: 218 | PDF 112-116: 298

    Abstract

    Abstrak: Cacat lahir merupakan kelainan kondisi fisik atau genetik bawaan menyebabkan komplikasi Kesehatan dan keterlambatan perkembangan yang signifikan seperti dalam fungsi intelektual dan perilaku yang adaptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat jenis kecacatan, kategori kecacatan dan penyebab kecacatan pada anak laki-laki dan perempuan. Cross-sectional merupakan metode yang digunakan pada penelitian ini. Teknik pengambilan sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah convenience sampling dengan membagikan questioner kepada orang tua yang bersedia menjadi responden pada sekolah luar biasa yang berada di Sumatra Selatan. Hasil pada penelitian ini melibat jumlah responden total 96 responden dengan 53 orang laki-laki dan 43 orang perempuan. Tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap jenis cacat (0.49) yang diderita oleh anak laki-laki dan perempuan, tidak ditemukannya korelasi antara tingkat keparahan kecacatan (0.91) terhadap jenis kelamin serta tidak adanya perbedaan yang signifikan terhadap penyebab kecataan (0.35) antara anak laki-laki dan perempuan. Kecacatan intelektual (62.5%) dan kecacatan ringan (54.2%) merupakan kecacatan yang paling banyak ditemukan. Penyebab kecacatan yang utama adalah kekurangan asam folat dan mulitivitamins pada saat kehamilan yaitu 49%.

  • Analisis Pengaruh Kualitas Layanan Informasi Swamedikasi Online Berbasis Whatsapp Bot Terhadap Kepuasan Masyarakat

    Esti Ambar Widyaningrum, Farah Eka Julia Yestari, Erni Anika Sari, Indah Srihartini
    117-129
    Abstrak: 355 | PDF 117-129: 528

    Abstract

    Abstrak: Inovasi pelayanan informasi swamedikasi online salah satunya berbasis WhatsApp Bot sangat diperlukan untuk memudahkan masyarakat dalam mencari informasi swamedikasi bagi masyarakat. Inovasi ini perlu terus dikembangkan sehingga bisa memberikan pelayanan informasi yang memadai, dapat meningkatkan pengetahuan serta memberikan kepuasan kepada pengguna. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan swamedikasi online berbasis WhatsApp Bot dan pengaruh harapan terhadap kepuasan yang menggunakan dimensi RATER (Reliability, Assurance, Tangible, Empathy, Responsiveness) pada masyarakat Kelurahan Talun, Kabupaten Blitar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan didapatkan 264 responden yang berasal dari warga Kelurahan Talun, Kabupaten Blitar. Analisis gap didapatkan sebesar -0,10 dengan tingkat kepuasan kurang puas terhadap layanan yang telah diberikan dengan rincian atribut meliputi: layout, ketiadaan kendala, informasi yang valid dan terpercaya, informasi yang lengkap, perhatian terhadap kebutuhan pengguna serta kecepatan customer service merespon, perlu diperbaiki untuk meningkatkan kepuasan pengguna. Uji Spearman rank correlation didapatkan nilai P value ≤ 0.05 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,644. Masyarakat kurang puas terhadap layanan informasi ini serta terdapat pengaruh antara kualitas pelayanan sumber informasi dengan kepuasan pada masyarakat Kelurahan Talun, Kabupaten Blitar dengan korelasi yang positif dan kekuatan korelasi yang kuat sehingga perlu dilakukan pengembangan terhadap layanan informasi swamedikasi berbasis Whatsapp Bot ini.

  • Evaluasi Hasil Klinis Pada Tim Medis yang Mendapat Vaksinasi Booster di Rumah Sakit Bengkayang Kalimantan Barat

    Stefanus Lukas, Diana Laila Ramatillah, Yufri Aldi, Fatma Sri Wahyuni, Ida Paulina, Fransisca Gloria, Michael Michael
    130-135
    Abstrak: 167 | PDF 130-135: 127

    Abstract

    Abstrak: Dalam mengurangi resiko penularan terhadap tenaga kesehatan, Pemerintah telah memberikan Vaksinasi Covid-19 ke-3 Booster sejak bulan Agustus 2021. Penelitiaan ini menggunakan Vaksin Astra Zeneca, Vaksin Moderna dan Vaksin Pfizer. Tujuan dari penelitian untuk mengevaluasi hasil efektivitas vaksin ke-3 Booster dan luaran klinis tenaga kesehatan pascavaksinasi di RSUD Kalimantan Barat. Metode penelitian Observasional Cross-sectional Prospective dengan melakukan kuesioner dan wawancara kepada tenaga Kesehatan, Sampel yang diambil secara convenience sampling dan analisis statistik chis-square. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang disebarkan di rumah sakit. Pada penelitian di dapatkan bahwa sebanyak 12,60% (14 dari 118 tenaga kesehatan) terjangkit Covid-19. Kebiasaan yang mempengaruhi dari efikasi vaksinasi booster ke-3 adalah berjemur di matahari (p < 0,05). Tingkat keparahan yang rendah dari tenaga kesehatan yang terjangkit Covid-19 pasca vaksin booster ke-3 hal ini dapat dilihat dari tempat rawatan yaitu 97% isolasi mandiri, tanpa menggunakan antivirus 60% dan tanpa penggunaan antibiotik 77%. Jenis vitamin yang paling banyak digunakan adalah vitamin C. Sehingga dengan ini vaksinasi booster bertujuan untuk mencegah serta menurunkan tingkat keparahan dari pasien yang terjangkit Covid-19 pasca vaksinasi.

  • Optimasi Sodium Croscarmellose dan Pati Jagung Pregelatinasi dalam Orally Disintegrating Tablet Setirizin Dihidroklorida

    Eka Deddy Irawan, Lusia Oktora Ruma Kumala Sari, Nitta Cahyaningrum
    136-146
    Abstrak: 323 | PDF 136-146: 753

    Abstract

    Abstrak: Setirizine dihydrochloride (Setirizine diHCL) adalah antihistamin yang efektif untuk mengobati alergi. Setirizin diHCL tablet adalah bentuk sediaan yang umum di pasaran. Namun, orang yang mengalami alergi akan mengalami gejala kesulitan menelan yang membuatnya sulit untuk mengonsumsi tablet Setirizine diHCl. Oleh karena itu, perlu dibuat Setirizine diHCl dalam bentuk oral disintegrating tablet (ODT) yang dapat larut dalam saliva dalam beberapa detik tanpa mengunyah tablet atau meminum air. Proporsi bahan pengikat dan superdisintegran yang digunakan dalam sediaan ODT harus diperhitungkan karena akan sangat mempengaruhi sifat fisik tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan super disintegran Croscarmelose Sodium dan pengikat pati jagung pregelatinisasi menggunakan metode desain faktorial. Respon yang dipelajari adalah laju alir, kekerasan, kerapuhan, waktu pembasahan, dan waktu hancur. Peningkatan faktor Croscarmelose Sodium mengurangi laju aliran dan kekerasan, meningkatkan kerapuhan, dan mengurangi waktu pembasahan dan disintegrasi. Peningkatan faktor pati jagung pregelatinisasi akan meningkatkan laju alir dan kekerasan, mengurangi kerapuhan dan meningkatkan waktu pembasahan dan waktu hancur. Formula optimum diperoleh dari konsentrasi Croscarmelose Sodium  6,613 mg dan pati jagung pregelatinisasi 20 mg yang menghasilkan respon laju alir 13,438 g/detik, kekerasan 4,646 kg, kerapuhan 0,815%, waktu pembasahan 63,667 detik, dan waktu hancur 18,641 detik.

  • Profil Penyimpanan Obat LASA (Look Alike Sound Alike) Pada Beberapa Apotek di Kota Medan

    Eva Sartika Dasopang; Adinda Utami, Fenny Hasanah, Desy Natalia Siahaan, Niken Septriani Harefa
    147-154
    Abstrak: 854 | PDF 147-154: 7817

    Abstract

    Abstrak: Produksi obat di era sekarang cukup pesat sehingga banyak obat memiliki nama dan pengucapannya mirip serta kemasan yang hampir sama dikenal dengan LASA (Look Alike Sound Alike). Banyaknya obat LASA yang beredar dipasaran harus diperhatikan khususnya penyimpanannya. Penyimpanan obat LASA yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya kesalahan pemberian obat kepada pasien. Untuk melihat bagaimana penyimpanan obat LASA serta item obat LASA yang ada pada beberapa apotek yang berada di kota Medan. Penelitian dilakukan dengan cara observasi langsung pada apotek yang dijadikan sampel dengan menggunakan tabel form observasi melalui sistem check list, kemudian dihitung persentase standar penyimpanan LASA berdasarkan standar pelayanan kefarmasian di apotek. Penelitian ini melibatkan 14 apotek yang bersedia terlibat dalam penelitian ini dari banyaknya apotek yang ada di kota Medan, data diambil pada bulan Desember 2021 sampai dengan Maret 2022. Penelitian ini menunjukkan bahwa hanya 50% dari 14  apotek yang dijadikan sampel yang menerapkan penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound Alike), sedangkan 50% lagi belum menerapkan sistem penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) yang sesuai peraturan perundang-undangan yaitu Permenkes nomor 58 tahun 2014. Penerapan penyimpanan obat LASA menurut Permenkes No. 58 Tahun 2014 masih cukup rendah di kota Medan.

  • Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Kesediaan Diri Vaksinasi COVID-19 RW 01 Kecamatan Cineam

    Ani Anggriani; Entris Sutrisno, Puti Bela Saskia
    155-163
    Abstrak: 141 | PDF 155-163: 163

    Abstract

    Abstrak: COVID-19 merupakan penyakit yang dapat menular sehingga penting nya upaya untuk menekan angka kejadian . Berbagai upaya dilakukan salah satunya yaitu dilaksanakan program vaksinasi dengan tujuan dapat bekerja secara efektif dengan menghasilkan antibodi spesifik pada tubuh sehingga dapat menurunkan risiko kejadian dan memutus rantai penularan. Sikap masyarakat terhadap kesediaan diri untuk melaksanakan vaksinasi masih menimbulkan pro dan kontra. Pada 04 November 2021 tercatat Kabupaten Tasikmalaya menempati urutan petama sebagai wilayah paling rendah angka vaksinasi nya di Jawa Barat. Penelitian dilakukan bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat terhadap kesediaan diri untuk vaksin COVID-19 di daerah RW 01 , Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian yang dilakukan termasuk kedalam jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dan didapatkan sampel berjumlah 338 responden. Data dianalisis menggunakan SPSS untuk uji frekuensi dan uji kolerasi dengan Rank Spearman. Hasil yang didapatkan untuk Tingkat pengetahuan masyarakat sebesar 88,9% dan Kesediaan diri sebesar 67,8%, dan uji kolerasi yang didapat yaitu nilai signifikansi 0,000 (0,000<0,05) menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap kesediaan diri untuk melakukan vaksinasi.

  • Aktivitas Antidislipidemia Rebusan Daun Mangga Kultivar Manalagi (Mangifera indica L. Var. Manalagi)

    Agus Sulaeman, Elis Susilawati, Shelin Aolina
    164-171
    Abstrak: 397 | PDF 164-171: 613

    Abstract

    Abstract: Dyslipidemia is characterized by changes in lipid levels in plasma, a common indicator that is prone to the risk of cardiovascular disease. Plants that are suspected to have antidislipidemia activity, one of which is mango leaves. This study aimed to determine the effective dose in a decoction of mango manalagi leaves (Mangifera indica L. var. Manalagi) in decreasing levels of total cholesterol, triglycerides, LDL, and increasing HDL levels in high-fat feed-induced rats and propylthiouracil for 28 days. This research method was carried out preventively using 30 Wistar strain male rats which were grouped into 6 groups, namely negative control, positive control, comparison control (simvastatin 1.8mg/Kg BW), and a decoction test of manalagi mango leaves at a dose of 200, 400, 800 mg/kg BW. The parameters of the observed lipid profile are determined enzymatically using the micro lab. The results of the study on total cholesterol levels, showed the largest decreasing in the 200mg/kg BW dose group by 31.29%, in triglyceride levels the largest decreasing was found in the 400mg/kg BW dose group by 40.59%, in LDL levels the largest decreasing was found in the 200 mg/kg BW dose group by 48.03%, and in HDL levels there was the largest increasing in dose 800mg /kg BW of 97.40%. This study concludes that manalagi mango leaf decoction can be an antidyslipidemia in decreasing total cholesterol, triglyceride, and LDL levels as well as increasing HDL levels, with an effective dose of 200mg/ kg BW.

  • Formulasi Granul Sarang Walet Putih (Aerodramus fuciphagus) dengan Variasi Kombinasi Maltodextrin dan Povidon

    Ni Made Dharma Shantini Suena, Ketut Agus Adrianta, I Gusti Agung Ayu Kusuma Wardani, Ni Putu Udayana Antari
    172-189
    Abstrak: 391 | PDF 172-189: 746

    Abstract

    Abstrak: Sarang walet putih (SWP) mengandung Epidermal Growth Factor yang dapat meningkatkan imunitas serta glutation yang berfungsi sebagai antioksidan. SWP berpotensi tinggi menjadi minuman imunomodulator kaya antioksidan. Kombinasi maltodextrin dan povidon dalam formula granul dapat melindungi zat aktif dari panas dan menjaga komponen flavor. Namun konsentrasi yang tidak tepat dapat menurunkan kualitas granul yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi konsentrasi maltodextrin dan povidon dalam formulasi granul SWP yang menghasilkan granul dengan mutu dan stabilitas fisik terbaik. Metode granulasi basah dengan kombinasi konsentrasi maltodextrin-povidon digunakan untuk membuat sepuluh (kode: F1 sampai F10) formula SWP. Evaluasi mutu fisik granul (organoleptik, pH, waktu larut, kandungan lembap, indeks kompresibiltas, dan sifat alir) dilakukan pada hari ke-0, ke-7, ke-14 dan ke-21. Regresi linear digunakan untuk membuat model persamaan pengaruh formulasi terhadap parameter mutu granul. Formula F6 memiliki indeks kompresibilitas terendah dan kecepatan alir tertinggi. Tidak ada perbedaan bermakna untuk semua parameter mutu fisik semua formula selama penyimpanan (p>0,05). Pengaruh variasi konsentrasi maltodextrin berbanding terbalik dengan pengaruh variasi konsentrasi povidon terhadap mutu fisik granul SWP. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi maltodextrin (5%) dan povidon (1%) pada F6 menghasilkan granul dengan mutu fisik terbaik. Semua formula stabil selama penyimpanan.

  • Artikel Review: Kandungan Senyawa Aktif Tanaman Untuk Kesehatan Kulit

    Neni Gunarti, Nia Yuniarsih, Rifqi Maulana Toni. S, Rita Khoerunnisa, Allahuddin Allahuddin, Fera Anggraeni, Tita Ruhdiana
    190-195
    Abstrak: 831 | PDF 190-195: 2733

    Abstract

    Abstrak: Latar belakang: Kulit merupakan organ terluar dari tubuh yang melapisi tubuh manusia yang perlu dirawat untuk mencegah kerusakan kulit baik dari radikal bebas ataupun infeksi. Cara menjaga dan merawat kulit salah satunya menggunakan senyawa sintetik yang bisa membantu menjaga kesehatan kulit. Alternatif lain dalam perawatan kulit adalah menggunakan tanaman yang memiliki senyawa aktif yang bermanfaat untuk kesehatan kulit dan memiliki efek samping yang relatif rendah dibandingkan bahan kimia sintetik. Tujuan: Untuk mengetahui senyawa aktif tanaman yang dapat meningkatkan kesehatan kulit. Metode: review artikel menggunakan database Google Schoolar dengan kata kunci yang berkaitan dengan topik penelitian, yaitu “Senyawa Aktif, Tanaman, Kesehatan, Kulit”. Jurnal yang digunakan 10 tahun terakhir (2012-2022). Hasil: Hasil penelusuran pustaka terdapat 10 tanaman yang dapat meningkatkan kesehatan kulit yaitu bengkuang (Pachyrhizus erosus), akar manis (Glycyrrhiza glabra), ceri arceola (Malpighia emarginata), lidah buaya (Aloe vera), jambu biji (Psidium guajava L.), tomat (Solanum lycopersicum L.), daun kelor (Moringa oleifera), papaya (Carica papaya L), alpukat (Persea americana M.) dan jeruk manis (Citrus x aurantium L) Senyawa aktif pada tanaman-tanaman tersebut yang bermanfaat untuk kesehatan kulit yaitu alkaloid, terpenoid, fenolik, flavonoid, karotenoid, polifenol, tanin, steroid, triterpenoid, vitamin-C, vitamin-B, niasinamide, likopen, glabridin, saponin dan antraquinon. Kesimpulan: Senyawa aktif tanaman yang bermanfaat untuk kesehatan kulit yaitu alkaloid, terpenoid, fenolik, flavonoid, karotenoid, polifenol, tanin, steroid, triterpenoid, vitamin-C, vitamin-B, niasinamide, likopen, glabridin, saponin dan antraquinon.

  • Variasi Konsentrasi Maltodekstrin Terhadap Karakteristik Fisik dan Aktivitas Antibakteri Orally Disintegrating Film Ekstrak Daun Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicencis L.)

    Yola Desnera Putri, Ledianasari Ledianasari, Farradiba Nur Aziza
    196-206
    Abstrak: 320 | PDF 196-206: 614

    Abstract

    Abstrak: Sediaan orally dissolving film (ODF) merupakan sebuah penemuan baru yang memungkinkan obat dapat digunakan secara nyaman dibandingkan sediaan solida oral lainnya tanpa memerlukan bantuan air minum. Pecut kuda (Stachytarpheta jamaicencis L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang dapat dikembangkan menjadi sediaan ODF dengan keuntungan memberikan waktu hancur yang cepat dan kenyamanan pengkonsumsian terutama pada pasien yang sulit menelan tablet. Komponen utama dalam sediaan ODF adalah polimer pembentuk film. Kombinasi HPMC K100M dan maltodekstrin sebagai polimer ODF memberikan karakteristik fisik film yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi maltodekstrin sebesar 3,5 gram; 4,5 gram dan 5,5 gram terhadap karakteristik fisik ODF yang mengandung ekstrak pecut kuda (Stachytarpheta jamaicencis L). Tahapan penelitian yang dilakukan adalah formulasi basis dan sediaan kemudian dilakukan evaluasi fisik dan uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Untuk memastikan sediaan ODF yang dihasilkan ideal perlu dilakukan uji evaluasi meliputi organoleptis, pH sediaan, keragaman bobot, ketebalan film, swelling index, waktu hancur, kekuatan tarik, persen elongasi dan aktivitas antibakteri. Hasil evaluasi karakteristik fisik sediaan terbaik yaitu pada formula 2 ODF ekstrak pecut kuda (Stachytarpheta jamaicencis L.) dengan konsentrasi maltodekstrin sebesar 4,5 gram memiliki pH permukaan 6,75 ± 0,025, bobot rata-rata 0,0499 ± 0,0001 g, ketebalan 0,0997 ±0,002 mm, swelling index detik ke- 15; 30; dan 45 sebesar 257,49 ± 0,244%; 322,46 ±0,202%; dan 403,21 ± 0,197%, waktu hancur 54 detik, kekuatan tarik 12,67 ± 0,374 MPa, persen elongasi 20% dan memiliki kemampuan antibakteri terhadap Staphylococcus aureus kategori kuat yaitu 11,43 ± 1,401 mm.