Pengarsipan Elektronik

1. Preservasi Digital Jangka Panjang (LOCKSS & CLOCKSS)

Jurnal Farmasi Indonesia berkomitmen untuk menjaga keamanan, integritas, dan aksesibilitas jangka panjang terhadap seluruh artikel ilmiah yang diterbitkan. Guna menjamin keberlanjutan arsip serta akses permanen bagi generasi mendatang, jurnal ini memanfaatkan sistem pengarsipan terdistribusi LOCKSS (Lots of Copies Keep Stuff Safe) dan CLOCKSS (Controlled Lots of Copies Keep Stuff Safe) di antara perpustakaan-perpustakaan yang berpartisipasi.

  • Sistem LOCKSS:

    Jurnal Farmasi Indonesia memanfaatkan sistem LOCKSS untuk menyimpan dan mendistribusikan konten jurnal di perpustakaan mitra melalui halaman LOCKSS Publisher Manifest. Lisensi LOCKSS tercantum pada menu About the Journal di bawah Archiving: LOCKSS License. Sistem ini mengizinkan perpustakaan yang berpartisipasi untuk membuat arsip permanen jurnal demi kepentingan preservasi dan pemulihan data.

  • Sistem CLOCKSS:

    Jurnal Farmasi Indonesia memanfaatkan sistem CLOCKSS untuk menyimpan dan mendistribusikan konten jurnal di perpustakaan mitra melalui halaman CLOCKSS Publisher Manifest. Lisensi CLOCKSS tercantum pada menu About the Journal di bawah Archiving: CLOCKSS License. Apabila suatu saat konten tidak lagi tersedia di platform resmi jurnal, CLOCKSS menjamin akses terbuka jangka panjang terhadap seluruh materi yang telah dipreservasi.

Melalui jaringan preservasi ini, seluruh konten terbitan, metadata, serta berkas teks lengkap (PDF) terlindungi secara optimal dari risiko kerusakan server, kegagalan teknis perangkat keras, maupun perubahan teknologi di masa depan.

2. Kebijakan Pengarsipan Mandiri oleh Penulis (Self-Archiving Policy)

Jurnal Farmasi Indonesia mendukung penuh prinsip-prinsip Sains Terbuka (Open Science) dan sangat menganjurkan penulis untuk mengarsipkan karya ilmiah mereka secara mandiri. Penulis diizinkan dan didorong untuk mengunggah naskah mereka pada berbagai tahapan publikasi berikut:

  • Versi Pre-print (Versi Pengajuan/Submitted Version):

    Penulis diizinkan untuk mengunggah draf naskah awal sebelum proses penelaahan sejawat (peer review) ke server pra-cetak non-komersial resmi (seperti bioRxiv, medRxiv, atau repositori pra-cetak institusi) kapan saja.

  • Versi Post-print (Versi Diterima/Accepted Version):

    Penulis diizinkan mengunggah versi naskah yang telah diterima (naskah final pasca-revisi penelaahan sejawat, sebelum proses penyuntingan akhir/copyediting dan penataan tata letak/typesetting oleh penerbit) ke dalam repositori institusi atau repositori berbasis bidang keilmuan terkait.

  • Versi Terbit Resmi (Version of Record / Final Publisher's PDF):

    Penulis sangat dianjurkan untuk mengunggah dan membagikan versi PDF terbitan final (yang memuat atribut resmi jurnal, volume, nomor, halaman, dan DOI) segera setelah diterbitkan ke:

    • Repositori institusi / perguruan tinggi;

    • Laman web akademis pribadi / halaman grup riset;

    • Platform jejaring akademis (seperti ResearchGate, Academia.edu, Google Scholar, dan LinkedIn).

  • Ketentuan Atribusi:

    Untuk setiap materi yang diarsipkan secara mandiri, penulis wajib:

    • Menyertakan sitasi bibliografi lengkap yang mengakui publikasi awal di Jurnal Farmasi Indonesia;

    • Mencantumkan tautan web aktif yang mengarah langsung ke artikel asli di situs web resmi jurnal;

    • Mencantumkan tautan resmi DOI (Digital Object Identifier) yang telah ditetapkan pada artikel tersebut secara jelas.