Cost-Effectiveness of Meropenem Versus Ceftriaxone for the Treatment of Sepsis at Dr. Tadjuddin Chalid Hospital Makassar

Penulis

  • Anshar Saud Department of Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University, Makassar, South Sulawesi
  • Alfira Mutmainnah Department of Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University, Makassar, South Sulawesi
  • Bustanul Arifin Department of Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University, Makassar, South Sulawesi

DOI:

https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.909

Kata Kunci:

meropenem, analisis efektivitas biaya, seftriakson, Makassar

Abstrak

Sepsis adalah kondisi kritis yang timbul akibat respons tubuh terhadap infeksi. Di Indonesia, angka kejadian sepsis masih sangat tinggi, dengan angka kematian mencapai 49%. Di Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar, meropenem dan seftriakson banyak digunakan sebagai terapi empiris. Melakukan analisis efektivitas biaya sangat penting untuk memastikan pengambilan keputusan yang rasional dan efisien dalam pemilihan terapi antibiotik yang tepat. Studi ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas biaya meropenem versus seftriakson dalam pengobatan pasien sepsis di ruang rawat inap Rumah Sakit Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Desain retrospektif potong lintang digunakan, dengan memanfaatkan rekam medis pasien sepsis. Data dianalisis menggunakan Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER) untuk memastikan nilai ekonomi kedua antibiotik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ACER meropenem adalah Rp 731.180,68, yang lebih rendah daripada seftriakson (Rp 775.021,41), menunjukkan bahwa meropenem lebih hemat biaya. Rasio efektivitas biaya inkremental sebesar Rp 667.206 menunjukkan pengeluaran tambahan yang dibutuhkan untuk meropenem guna mencapai peningkatan 1% pada proporsi pasien dengan lama rawat inap kurang dari 17,4 hari. Hasil analisis sensitivitas selaras dengan analisis ICER, yang mengidentifikasi meropenem sebagai obat yang lebih hemat biaya, sehingga memungkinkan kesimpulan yang kuat. Biaya pengobatan muncul sebagai variabel kunci yang memengaruhi ICER, sehingga perlu dipertimbangkan secara utama saat menafsirkan hasil efektivitas biaya. Kesimpulannya, meropenem lebih hemat biaya daripada seftriakson dan dapat direkomendasikan sebagai terapi antibiotik alternatif untuk pasien sepsis dari perspektif farmakoekonomi.

Biografi Penulis

Anshar Saud, Department of Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University, Makassar, South Sulawesi

Department of Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University, Makassar, South Sulawesi

Bustanul Arifin, Department of Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University, Makassar, South Sulawesi

Department of Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Hasanuddin University, Makassar, South Sulawesi

Diterbitkan

10-05-2026

Cara Mengutip

Saud, A., Mutmainnah, A., & Arifin, B. (2026). Cost-Effectiveness of Meropenem Versus Ceftriaxone for the Treatment of Sepsis at Dr. Tadjuddin Chalid Hospital Makassar. JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | E-ISSN 2355-696X, 18(2), 131–140. https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.909

Artikel Serupa

1 2 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.