Aktivitas Antibakteri Isolat Jamur Endofit Kulit Batang Rimbang (Solanum torvum Swartz) terhadap Beberapa Bakteri

Penulis

  • Melzi Octaviani Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau, Pekanbaru, 28928, Indonesia
  • Salsabila Putri Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau, Pekanbaru, 28928, Indonesia
  • Sri Lidya Rasihe Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau, Pekanbaru, 28928, Indonesia
  • Kolista Sisilawati Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau, Pekanbaru, 28928, Indonesia
  • Nofriyanti Nofriyanti Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau, Pekanbaru, 28928, Indonesia
  • Rahmayati Rusnedy Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau, Pekanbaru, 28928, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.557

Kata Kunci:

Solanum torvum Swartz, antibakteri, jamur endofit, isolasi

Abstrak

Jamur endofit dikenal sebagai sumber alternatif antibakteri yang menjanjikan karena kemampuannya untuk mensintesis metabolit sekunder seperti tanaman inangnya. Meskipun keberadaan jamur endofit yang berasosiasi dengan Solanum torvum telah dilaporkan dalam penelitian sebelumnya, tetapi belum ada penelitian yang berfokus pada jamur yang diisolasi dari kulit batang, serta korelasi antara kandungan fitokimia fraksinya dan aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi jamur endofit dari kulit batang Solanum torvum dan mengujikan aktivitas antibakteri dan profil fitokimia fraksi dari isolat tersebut terhadap bakteri patogen. Jamur endofit diisolasi menggunakan teknik penanaman langsung setelah sterilisasi permukaan. Uji aktivitas antibakteri dievaluasi menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Bacillus cereus ATCC 11778, Staphylococcus aureus ATCC 12600, Escherichia coli ATCC 11775, dan Salmonella typhi ATCC 14028. Lima isolat jamur endofit diperoleh dan diidentifikasi, yaitu FEST-K1 (Artrographis), FEST-K2 (Acremonium sp.), FEST-K3 (Paecilomyces sp.), FEST-K4 (Lichtheimia), dan FEST-K5 (Alternaria sp.). Supernatan kemudian diekstraksi dan difraksinasi menggunakan etil asetat, kloroform, dan n-butanol. Analisis fitokimia menunjukkan bahwa fraksi jamur mengandung alkaloid,

 

terpenoid, dan saponin. FEST-K1 menunjukkan aktivitas penghambatan terkuat terhadap S. aureus dan B. cereus, dengan diameter zona inhibisi masing-masing 15,09 mm dan 13,69 mm. Sebaliknya, aktivitas tertinggi terhadap E. coli dan S. typhi diamati pada FEST-K4 13,78 mm dan FEST-K5 15,45 mm. Analisis statistik ANOVA satu arah menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri ekstrak jamur berbeda secara signifikan dari kontrol positif (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa jamur endofit yang berasal dari kulit batang S. torvum merupakan sumber potensi senyawa antibakteri.

Diterbitkan

23-07-2026

Cara Mengutip

Octaviani, M., Putri, S., Rasihe, S. L., Sisilawati, K., Nofriyanti, N., & Rusnedy, R. (2026). Aktivitas Antibakteri Isolat Jamur Endofit Kulit Batang Rimbang (Solanum torvum Swartz) terhadap Beberapa Bakteri. JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | E-ISSN 2355-696X, 18(2), 222–234. https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.557