Aktivitas Antiinflamasi dan Analgesik dari Kombinasi Ekstrak Daun Carica papaya dan Ocimum sanctum

Penulis

  • Eem Masaenah Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor
  • Sofyan Ramani Department of Pharmacy, Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor, Jl. Kumbang No. 23, Bogor 16151, Indonesia
  • Fredy Arifta Nasel Department of Pharmacy, Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor, Jl. Kumbang No. 23, Bogor 16151, Indonesia
  • Zuliar Permana Pusat Kesehatan TNI Angkatan Laut, Cilangkap, Jakarta Timur, 13740, Indonesia
  • Jenika Ariyani Department of Pharmacy, Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor, Jl. Kumbang No. 23, Bogor 16151, Indonesia
  • Rihadatul Ayis Rahma Department of Pharmacy, Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor, Jl. Kumbang No. 23, Bogor 16151, Indonesia
  • Rega Juwanda Department of Pharmacy, Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor, Jl. Kumbang No. 23, Bogor 16151, Indonesia

Kata Kunci:

Antiinflamasi, Analgesik, Carica papaya, Ekstrak kombinasi simplisia, Ocimum sanctum

Abstrak

Peradangan dan nyeri inflamasi masih menjadi permasalahan klinis yang penting, sementara penggunaan jangka panjang obat antiinflamasi dan analgesik sering dikaitkan dengan efek samping. Daun pepaya (Carica papaya) dan kemangi (Ocimum sanctum) telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional Indonesia, namun kajian ilmiah mengenai penggunaan kombinasinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil fitokimia, aktivitas antiinflamasi, dan efek analgesik ekstrak etanol yang dibuat dari simplisia tunggal daun pepaya (EP), daun kemangi (EK), serta gabungan simplisia pada perbandingan 1:1 (EP1K1), 3:1 (EP3K1), dan 1:3 (EP1K3). Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya flavonoid, senyawa fenolik, alkaloid, saponin, dan triterpenoid pada seluruh ekstrak, sementara tanin hanya terdeteksi pada ekstrak yang mengandung kemangi. Uji in vitro menggunakan metode denaturasi protein bovine serum albumin (BSA) menunjukkan bahwa ekstrak kemangi memiliki aktivitas tertinggi (IC₅₀= 82,44 μg/mL), sedangkan ekstrak kombinasi menunjukkan efek yang bersifat aditif. Uji in vivo menggunakan model edema kaki mencit terinduksi karagenan menunjukkan bahwa ekstrak pepaya memberikan daya hambat antiinflamasi tertinggi (64,41%), sementara aktivitas ekstrak kemangi sebanding dengan natrium diklofenak. Pada uji analgesik model geliat mencit terinduksi asam asetat, kombinasi kaya kemangi (EP₁K₃) memberikan proteksi analgesik tertinggi di antara ekstrak kombinasi. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dan kemangi memiliki aktivitas antiinflamasi dan analgesik yang berbeda namun saling melengkapi. Ekstrak kombinasi simplisia keduanya menunjukkan efek farmakologis aditif dan mendukung pemanfaatan tradisional tanaman ini sebagai kandidat untuk pengembangan sediaan herbal terstandarisasi.

Diterbitkan

30-07-2026

Cara Mengutip

Masaenah, E., Ramani, S., Nasel, F. A., Permana, Z., Ariyani, J., Rahma, R. A., & Juwanda, R. (2026). Aktivitas Antiinflamasi dan Analgesik dari Kombinasi Ekstrak Daun Carica papaya dan Ocimum sanctum. JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | E-ISSN 2355-696X, 18(2), 245–258. Diambil dari https://jfi-online.org/index.php/jfi/article/view/910

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.