Pengaruh Penambahan Gliserol sebagai Plasticizer terhadap Biodegradable Film Kombinasi Glukomanan dari Umbi Porang (Amorphophallus oncophyllus) dan Natrium Alginat

Penulis

  • Agustina Putri Pitarisa Sudarsono Program Studi DIII Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera
  • Nanda Dwi Akbar Program Studi S1 Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera
  • Agus Sulaiman Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bhakti Kencana Bandung

DOI:

https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.886

Kata Kunci:

biodegradable film, gliserol, alginat, glukomanan, plasticizer

Abstrak

Glukomanan merupakan polisakarida dari jenis hemiselulosa yang yang berasal dari umbi porang. Alginat memiliki struktur koloid yang berpotensi membentuk komponen biopolimer film. Biodegradable film dari tepung porang memiliki sifat yang kaku dan mudah rapuh sehingga digunakan gliserol sebagai plasticizer. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan pengaruh penambahan gliserol dalam formulasi biodegradable film yang mengandung glukomanan dan natrium alginat. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Bahan dalam penelitian ini adalah tepung porang yang diekstraksi bertingkat menggunakan pelarut etanol 50 dan 80%. Formulasi biodegradable film mengandung 2 ,5 gram glukomanan, 2,5 gram natrium alginat, 2 mL gliserol 30% dan aquadest ad 100 mL. Sebagai pembanding digunakan formulasi biodegradable film tanpa gliserol.  Evaluasi biodegradable film meliputi uji organoleptis, derajat swelling, biodegradasi dan FTIR. Analisis data dilakukan menggunakan One Sample T-Test pada taraf kepercayaan 95%. Hasil evaluasi biodegradable film menunjukkan bahwa biodegradable film tanpa gliserol berbentuk bulat dengan warna kecoklatan, rapuh, kaku, cenderung robek dan kurang elastis, berderajat swelling 39,98±0,091, tebal sebesar 0,21±0,008 mm, dan tergredasi selama 21±1 hari, sedangkan penambahan gliserol menghasilkan biodegradable film yang tidak kaku, robek dan cukup elastis, berderajat swelling sebesar 30,41±0,079, tebal sebesar 0,22±0,010 mm dan terdegradasi selama  14±1 hari. Hasil analisis data menggunakan One Sample T-Test menghasilkan nilai p > 0,05 pada pengujian ketebalan dan derajat swelling, sedangkan pada pengujian biodegradasi menghasilkan nilai p < 0,05 pada taraf keperayaan 95%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan gliserol 30% berpengaruh terhadap waktu biodegradasi pada biodegradable film yang mengandung glukomanan dan natrium alginat.

Unduhan

Diterbitkan

31-07-2026

Cara Mengutip

Sudarsono, A. P. P., Akbar, N. D., & Sulaiman, A. (2026). Pengaruh Penambahan Gliserol sebagai Plasticizer terhadap Biodegradable Film Kombinasi Glukomanan dari Umbi Porang (Amorphophallus oncophyllus) dan Natrium Alginat. JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | E-ISSN 2355-696X, 18(2), 332–340. https://doi.org/10.35617/jfionline.v18i2.886